Wednesday, June 28, 2017

Drizzle

Sehari lalu Gouto akan mengatakan bahwa ia merindukan bau hujan: bau tanah basah dan asap dari api yang dinyalakan untuk mengusir hawa dingin musim gugur; bau perkotaan yang kurang sedap tersiram habis oleh selubung gerimis kecil.

Namun saat itu adalah hari lalu dan pada hari lalu tersebut ia sedang berlari menyusuri stasiun kereta di bawah kaki si anak lelaki—yang oleh keterburu-buruannya, agaknya lupa untuk lebih memperhatikan tumitnya. Kaki Gouto sakit dan ekornya berkibas tidak senang, namun si anak lelaki—letih oleh pelatihannya—segera terlelap di atas kasur gerbong tidur mereka, dan topi yang seharusnya menjadi kasur Gouto dibiarkan tergantung pada kursi. Ia akhirnya menemukan ruang di antara kaki si anak lelaki, namun pemiliknya berguling menindihnya di tengah malam dan jutaan permintaan maafnya yang terburu-buru tidak dapat menyelamatkannya dari cakaran Gouto.

Kali ini tidak akan terulang lagi, kata si anak lelaki; mereka tidak akan berkeliaran di tengah gelap yang menjelang senja, terlalu keras kepala dan terlalu gugup untuk bertanya arah. Tidak, kali ini mereka akan langsung mengikuti marka jalan yang benar, turun pada stasiun yang benar, dan masuk ke dalam kantor dengan masih cukup banyak waktu tersisa (sebelum si pemalas yang menyebut dirinya sebagai detektif terbangun) untuk tidur sebentar di atas sofa.

Namun cukup beberapa putaran di bagian kota yang asing sementara langit mengubah diri dari gelap, sehitam arang, dan kelabu abu untuk membuktikan ia berbohong. Malu setengah mati, si anak lelaki mengangkat bahu: "Pasti ada yang mengubah marka jalannya."

Saat itu ekor Gouto berkibas-kibas, beruntun menampari pergelangan kaki si anak lelaki. Ia mengendus udara, mencium bau garam yang membuatnya mengeong cemas. Tsukudo-cho tidak berada dekat dengan pesisir laut. "Sebaiknya kita berjalan lagi." Dan kemudian ia cepat merunduk, karena si anak lelaki melangkahi kepalanya.

Ia salah. Hujan hanya diperuntukkan bagi mereka yang tolol dan yang bodoh dan bau hujan berarti ia tidak dapat mengandalkan penciumannya untuk menemukan jalan ke rumah mereka. Tirai-tirai cahaya yang merembes dari sela-sela awan tidak sedikitpun terasa hangat, dan segera, ia kuyub dari sekujur rambut hingga kulit. Dan itu berarti kerikil basah akan menempel ke telapak kaki dan tidak ada waktu untuk berhenti dan menggigitinya lepas—dan berarti tidak ada toko yang buka lebih awal untuk melepas asap masakan mereka ke jalan raya.

Dan juga, hujan membungkam suara-suara kota yang masih mengantuk, ragu untuk memijak lantai papan yang dingin. Satu-satunya yang dapat si kucing dengar adalah langkah sepatu si anak lelaki yang menetak pada batu-batu penanda setapak dan gerus kerikil yang terlepas, keletak-keteluk di atas tanah yang mulai melumpur--

Jebruss dan ia melangkah ke dalam genangan, menyiprati air kotor ke seluruh tubuh si kucing.

"Bagus sekali, nak." Gouto mendesis, mengibas telapaknya yang basah, menggigil. Akan membutuhkan berjam-jam untuk menjilatinya sampai bersih, dan angin seolah menyayatinya sampai ke tulang. Bocah sialan ini .... "Aku jadi penasaran apa kau—"

... Anak lelaki itu menggendongnya dan menghandukinya dengan bagian dalam jubahnya, kemudian memeluk dan merapatkannya pada kehangatan seragam sekolah di balik jubahnya.


Gouto menyondoli dada si anak lelaki dan ia balas mengecup telinga Gouto. Bersama mereka melihat awan hujan yang tebal menggeser pergi sementara matahari fajar menyinari Ibukota dengan kemilau perak yang baru.

_________________________

Sunday, June 25, 2017

A Very Old Man With Enormous Wings

Pada hujan hari ketiga sudah banyak sekali kepiting yang mereka bunuhi sehingga Pelayo harus menyeberangi halaman rumahnya yang tergenang air untuk membuang kepiting-kepiting itu ke laut. Anak mereka yang baru lahir menderita panas sepanjang malam dan mereka menduga baunyalah penyebabnya. Dunia sendu sejak Selasa. Laut dan langit menyatu dalam nuansa abu-kelabu. Pasir di pantai yang pada malam-malam di bulan Maret berkilauan serupa serbuk-serbuk bercahaya kini menjadi sup kental berkuah lumpur berisikan kerang busuk. Cahaya siang begitu redup sehingga ketika Pelayo hendak kembali ke rumah setelah selesai membuang kepiting ia sulit mengenali sesuatu yang tengah bergerak dan mengerang di pekarangan belakang. Ia harus berjalan sampai dekat untuk menyadari bahwa sesuatu itu adalah seorang lelaki tua, lelaki tua yang teramat renta dengan wajah terbenam dalam lumpur, yang berusaha mati-matian untuk berdiri namun sia-sia sebab ia tertambat oleh sayap-sayapnya yang sangat besar.

The Velveteen Rabbit

Pada suatu ketika ada seekor Kelinci Beludru yang menakjubkan. Ia gemuk dan empuk, sebagaimana seharusnya seekor kelinci; bulunya bebercak cokelat dan putih, kumis di moncongnya dari jalinan benang, dan telinganya berbahan satin merah muda. Pada Natal pagi, ketika ia diletakkan di bagian teratas kaus kaki si Anak Lelaki, dengan ranting holly di antara telapak depannya, ia tampak elok menawan.

The Paper Menagerie

Salah satu kejadian yang pertama kali tersimpan dalam ingatanku adalah aku sedang menangis. Aku tidak mau didiamkan oleh Ayah dan Ibu, bagaimana pun mereka mencoba.

Ayah menyerah dan keluar meninggalkan kamar, namun Ibu membawaku ke dapur dan mendudukkanku di meja makan.

“Kan, kan,” katanya, sambil menarik selembar kertas kado dari atas kulkas. Selama bertahun-tahun, Ibu dengan telaten menggunting bungkusan-bungkusan kado Natal dan menyimpan semuanya di atas kulkas.

The Greatest Gift

Kota kecil di lereng bukit itu terang oleh warna-warni lampu Natal. Namun George Pratt tidak tengah melihatnya. Ia sedang membungkuk di atas pagar besi sebuah jembatan, termenung menatap permukaan air yang gelap. Arusnya deras dan berpusar seperti kaca cair, dan terkadang potongan-potongan es dari tepi pantai tampak mengalir terbawa arus, sebelum tertelan ke dalam bayangan jembatan.

1408

Bagian I

Mike Enslin masih berada dalam pintu putar ketika ia melihat Olin, manajer Hotel Dolphin, duduk di salah satu kursi lobi yang berdempetan. Semangat Michael mengendur. Mungkin seharusnya aku memang membawa pengacara itu lagi, pikirnya. Bagaimanapun, sudah telanjur. Dan bahkan bila Olin memilih untuk menambah satu atau dua hambatan lagi antara Mike dan kamar 1408, tidak masalah; akan ada kompensasinya.

Quantum Devil Saga: Avatar Tuner



Waktu                     : ST 5:43:21

Gejolak Surya          : Tingkat 8

Koordinat                 : 02A7-7B77845

Pemindaian dimulai.../

Tinggi                      : 3567mm

Panjang                   : 2225mm

Lebar                       : 2225mm

Berat                       : Tidak diketahui

Bahan                      : Tidak diketahui

Objek                       : Tidak diketahui

Mengulangi pemindaian...


Hasil                        : Error/


Chapter 1

We are the children of chaos, and the deep structure of change is decay. At root there is only corruption, and the unstemmable tide of chaos.

-P.W. Atkins




Serph berhenti. Ada yang memperhatikannya. Dia dapat merasakannya.